Kekompakan antara pemerintah Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas sangat penting sebagai penentu terciptanya situasi Kamtibmas yang baik di Desa sehingga dapat mendukung jalannya program kerja pemerintah Desa guna mensejahterakan rakyatnya.

Kebersamaan antar 3 pilar yaitu Kepala Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas banyak membantu dalam setiap penyelesaian permasalahan yang terjadi di Desa.
Babinsa Desa Umpanga Kecamatan Bungku Barat, turut hadir dalam kegiatan penyelesaian permasalahan keluarga yang dilaksanakan di Kantor Desa Umpanga yang juga dihadiri oleh Babinkamtibmas,Pemerintah Desa Umpanga serta keluarga yang berselisih.
“Dengan bantuan Babinsa dan Babinkamtibmas , Pemerintah Desa dapat mengambil keputusan untuk mendamaikan warga masyarakat yang berselisih dengan tetap mengedepankan pendekatan secara kekeluargaan sehingga masing-masing pihak dapat menerima putusan “,kata Kades Umpanga saat memimpin rapat.

Baninsa Koptu Irfan mengatakan,”sebagai Aparat Komando Kewilayahan Babinsa sangat dibutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam bertindak, sehingga dengan adanya kebersamaan dan kekompakan dengan pemerintah desa segala permasalahan dapat di redam agar tidak meluas.”
Dengan terbinanya hubungan baik dengan Komponen masyarakat, tentunya dapat mendukung terlaksananya kegiatan Deteksi dini,dan cegah dini serta temu cepat dan lapor cepat.


Memasuki penghujung tahun tampak warga masyarakat yang memanfaatkan liburan Natal tahun 2020 dan Tahun baru 2021 mulai berdatangan,hal ini terlihat jelas di Pos Perbatasan antara Kabupaten Morowali dan Morowali Utara di Desa Salonsa Kecamatan Wita Ponda,tampak warga pendatang yang sebagian besar berasal dari daerah Sulawesi Selatan dengan tujuan Kecamatan Bahodopi melalui pemeriksaan di Pos Covid 19 guna pemantauan dan Pengawasan oleh Satgas Covid-19 di Desa tempat tujuan masing-masing warga.
Amina,salah satu warga yang berasal dari Kabupaten Luwu Utara, mengungkapkan bahwa tujuannya ke Morowali adalah untuk mengunjungi suami yang bekerja sebagai karyawan di Salah satu perusahaan Tambang di Bahodopi,menurut nya suami yang terikat kontrak kerja tidak di berikan Ijin pulang kedaerahannya karena situasi Pandemi Covid 19.Babinsa Serda Marianto Dadi yang bertugas di Pos Covid 19 Desa Salonsa Kecamatan Wita Ponda,selalu menekankan kepada setiap warga masyarakat yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Morowali untuk selalu memperhatikan protokol Kesehatan Covid 19,karena saat ini tingkat penyebaran Covid 19 di wilayah Kabupaten Morowali terhitung cukup signifikan terutama di wilayah kecamatan Bahodopi dan sekitarnya.
“Kami harap kepada saudara sekalian untuk tidak lupa selalu laksanakan protokol Kesehatan dengan benar, antara lain menggunakan masker, menjaga jarak aman, serta rajin mencuci tangan dengan sabun,juga jangan lupa untuk selalu menjaga stamina dan meningkatkan imun tubuh agar terhindar dari Covid 19,”lanjut Serda Marianto Dadi.
Pengamanan kegiatan ibadah sudah menjadi kewajiban bagi Aparat keamanan terutama Babinsa yang di Desa Binaannya terdapat Rumah Ibadah Gereja,
Sebagai pemimpin Gereja GKST Boanerges Laantual jaya Pdt Agustinus Malaha STh,mengatakan






Jumlah Warga penerima BLT-DD sebanyak 145 orang yang adalah warga miskin berdasarkan data yang diperoleh dari pendataan oleh aparat Desa setempat.
Dalam sambutannya Camat Bungku Barat menyampaikan bahwa,”bantuan Sosial yang bersumber dari Dana Desa ini ditunjukan untuk membantu warga masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid 19 terutama bagi warga masyarakat yang kurang mampu, kegiatan penyaluran BLT merupakan program pemerintah sebagai bentuk keperdulian terhadap warga masyarakat, sehingga sangat diharapkan dapat mendukung dan meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,”







Pemerintah kabupaten Morowali tetap berusaha untuk mencegah dan mengatasi penularan virus Corona melalui kegiatan pengawasan dan pemantauan serta pemeriksaan terhadap warga masyarakat yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Morowali.Salah satunya adalah dengan tetap memperketat penjagaan di Pos Perbatasan antara Kabupaten Morowali dengan Kabupaten Morowali Utara yaitu di Pos Covid 19 Desa Salonsa Kecamatan Wita, kegiatan yang dilaksanakan adalah melakukan pemeriksaan dan pendataan bagi setiap warga masyarakat yang akan masuk ke Morowali baik warga masyarakat yang baru datang ke Morowali maupun Warga Morowali yang selesai melaksanakan perjalanan dari luar kabupaten Morowali,hal ini dilaksanakan guna pemantauan dan pengawasan atau isolasi mandiri selama 14 hari kedepan apabila dan apabila tidak terdapat gangguan/keluhan kesehatan maka dapat beraktivitas seperti biasa.
“Selama 14 hari warga masyarakat yang masih dalam masa pemantauan di harapkan untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid 19 guna mencegah terjadinya penularan virus ini ke orang di sekitar tempat tinggal nya,” ungkap Serma Yonny Wungow.






Kegiatan Pleno Rekapitulasi ini digelar usai pelaksanaan tahap pencoblosan dan penghitungan suara ditingkat PPS.

Guna mengurangi beban warga kurang mampu dalam menghadapi Situasi Pandemi Covid 19, Pemerintah memberikan by bantuan sosial berupa dana BLT yang diserahkan secara langsung kepada warga yang berhak menerima sesuai data yang ada di masing-masing Desa.Kegiatan penyaluran BLT yang dilaksanakan di Desa Marga Mulya Kecamatan Bungku Barat turut dihadiri oleh Camat Bungku Barat,Kepala Desa Marga Mulya, Babinsa Desa Marga Mulya by Sertu Safiudin,Aparat Desa Marga Mulya serta Seluruh warga masyarakat penerima BLT.
Dalam sambutannya Camat Bungku Barat,menyampaikan bahwa program Pemerintah memberikan bantuan sosial yang di kenal dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai) bertujuan untuk membantu meringankan beban warga masyarakat terutama warga kurang mampu yang terdampak oleh situasi Pandemi Covid 19,dengan harapan semoga bermanfaat dan dapat digunakan sebagai dana tambahan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.Selain memberikan bantuan sosial kepada warga masyarakat pemerintah juga sangat berharap partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah yaitu tetap menerapkan protokol Kesehatan Covid 19 guna mencegah dan menghambat penyebaran dan penularan Virus Corona.
Babinsa Sertu Safiudin,juga turut menekankan tentang pentingnya mematuhi protokol Kesehatan Covid 19,serta menumbuhkan kesadaran pribadi untuk mematuhi peraturan pemerintah tentang Protokol Kesehatan yang meliputi 3 M; Memakai Masker, mencuci tangan dengan sabun,menjaga jarak juga tak lupa untuk menghindari kerumunan.












Babinsa Desa Marsaole Kecamatan Bungku Tengah Serda Ridwan seperti biasanya hadir di Gereja Oikumene Bungku untuk membantu menjamin keamanan dan ketertiban bagi Umat Kristiani Gereja Oikumene Bungku saat menjalankan Ibadah Minggu.Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas Serda Ridwan Anggota Koramil 1311-01/BT setiap Minggu pagi,hal ini merupakan wujud keperdulian dan tanggung jawab Babinsa sebagai Aparat Teritorial dalam membangun komunikasi dan silaturahmi kepada warga binaan dengan tidak melihat Suku,Agama dan ras,karena sudah menjadi tugas pokok Aparat Komando Kewilayahan dalam usaha menciptakan kemanunggalan TNI dan Rakyat Serta dapat menciptakan toleransi antar umat beragama.
Pada kesempatan ini,Babinsa Serda Ridwan mengungkapkan bahwa kegiatan pengamanan di Gereja Oikumene Bungku juga menjadi salah satu fungsi Komsos yang bertujuan untuk merebut simpati masyarakat agar TNI selalu di cintai dan dina lantikan kehadirannya di tengah masyarakat.




Salah satu bentuk dukungan dan partisipasi TNI-Polri kepada Pemerintah dalam menghadapi Situasi Pandemi Covid 19 yaitu dengan menempatkan personil untuk bergabung di Pos Pengawasan dan pemantauan Covid 19 di Desa Salonsa Kecamatan Wita Ponda yang merupakan pintu masuk wilayah Kabupaten Morowali.
Keikutsertaan TNI-POLRI dalam kegiatan di Pos Covid 19 Desa Salonsa Kecamatan Wita Ponda juga bertujuan ikut mensosialisasikan Protokol Kesehatan kepada masyarakat guna mencegah penyebaran Covid 19, dengan tetap mengedepanka cara humanis agar masyarakat dengan kesadaran penuh untuk tetap menerapkan disiplin protokol Kesehatan.Dalam kesempatan ini,Babinsa Serda Suparman Anggota Koramil 1311-01/Bungku Tengah yang juga ikut tergabung dalam Tim gabungan yang melaksanakan pengawasan dan pemantauan Covid 19 di Perbatasan antara Kabupaten Morowali dan Morowali Utara,mengungkapkan bahwa kegiatan pemeriksaan di Pos Covid 19 Desa Salonsa merupakan tanggung jawab besar dan membutuhkan kerja sama bebrapa pihak guna memastikan setiap warga masyarakat yang akan masuk wilayah Kabupaten Morowali bebas Covid 19 dengan membawa kelengkapan surat keterangan Rapidtes dan setidaknya membawa Surat Keterangan Berbadan Sehat dari fasilitas kesehatan yang berhak mengeluarkan nya.
Walaupun pada kenyataannya masih banyak warga masyarakat yang akan masuk ke wilayah kabupaten Morowali mengabaikan hal ini dengan tidak melengkapi diri dengan Surat Keterangan Rapidtes maupun Surat Keterangan Berbadan Sehat, sehingga petugas tak segan-segan untuk memberikan pemahaman serta sosialisasi agar nanti tetap menjalankan protokol Kesehatan Covid 19 apabila sudah tiba di tempat tujuan serta melaporkan kepada Satgas Covid-19 di Desa tujuan apabila ada gejalah gangguan kesehatan selama masa isolasi mandiri.




Hal ini terlihat jelas dimana masih banyak warga masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker,bahkan menganggap situasi Pandemi Covid 19 sebagai hal yang biasa dan tidak memperdulikan anjuran pemerintah dalam hal pendisiplinan penerapan Protokol Kesehatan.Beberapa kejadian yang menggambarkan kurangnya kesadaran pribadi masyarakat dalam mematuhi peraturan pemerintah tentang Protokol Kesehatan dapat dijumpai pada saat dilaksanakan Ops yustisi di beberapa tempat,seperti baru-baru ini di Kecamatan Wita Ponda di mana banyak warga terjaring tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.Di Kecamatan Wita Ponda usaha pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 guna memutus rantai penyebaran Covid 19 juga dilaksanakan dengan melakukan kegiatan stresing terhadap warga masyarakat serta keluarga yang kontak erat dengan pasien Covid 19, dalam kegiatan ini juga melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas yang selalu berperan aktif baik dalam mengawal kegiatan satgas Covid 19 kecamatan Wita Ponda juga berperan dalam memberikan pemahaman dan memenangkan warga masyarakat agar tidak timbul ketakutan berlebihan dalam menyikapi situasi yang ada.
Babinsa Serda Yance yang turut serta dalam kegiatan pengambilan sampel tes swab oleh tim kesehatan Puskesmas Laantula jaya terhadap warga masyarakat di Desa Ungkaya,mengatakan “kegiatan ini dilaksanakan untuk mencegah penyebaran Covid 19, terutama di lingkungan sekitar tempat tinggal pasien Covid 19,serta memberikan jaminan rasa aman bagi warga sekitarnya.”
Penanganan penyebaran dan penularan Covid 19 dilakukan dengan menempatkan Pos pemantauan dan Pemeriksaan di Perbatasan antara wilayah Kabupaten dan Propinsi serta Pos Pengawasan di Bandara Morowali dan pelabuhan Bungku,hal ini bertujuan untuk mencegah dan menghambat penyebaran Covid 19 di wilayah Kabupaten Morowali.Disamping tugas pemantauan dan pengawasan di Pos Covid 19, Pemerintah Kabupaten Morowali juga gencar melaksanakan Operasi Yustisi untuk mendisiplinkan penerapan Protokol Kesehatan Covid 19 dengan tetap mengedepankan cara humanis dan selalu memberikan edukasi serta sosialisasi kepada warga masyarakat agar menumbuhkan kesadaran pribadi untuk mematuhi peraturan pemerintah tentang Protokol Kesehatan.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 kecamatan Wita Ponda yang terdiri dari TNI Polri, Satpol-PP Kecamatan Wita Ponda dan Petugas Kesehatan Puskesmas Laantula jaya,melaksanakan kegiatan penertiban penggunaan Masker terhadap warga masyarakat serta selalu mengajak masyarakat untuk ikut peduli terhadap situasi Pandemi Covid 19,dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan Covid 19 seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan jaga jarak.
Babinsa Serda Marianto Dadi,mengatakan ,”pada umumnya warga masyarakat masih banyak yang belum paham dengan penanganan Covid 19, sehingga terkesan abai dengan protokol Kesehatan, sehingga petugas harus sering-sering mengingatkan dan mengedukasi warga agar tetap patuhi protokol Kesehatan dan selalu tumbuhkan kesadaran pribadi agar terhindar dari Covid 19.”
Kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan setiap minggu pagi dimana umat Kristiani melaksanakan ibadah Minggu di Gereja Oikumene Bungku,Babinsa Serda Rahman bersama Babinkamtibmas bersama-sama menjaga keamanan saat Ibadah berlangpsung maupun mengamankan jalan saat jemaat yang selesai melaksanakan ibadah akan kembali ke rumah nya masing-masing.
“Selain sudah menjadi kegiatan tetap setiap hari Minggu kegiatan pengamanan di Gereja Oikumene Bungku,juga menjadi bagian dari Pembinaan Teritorial yang dilaksanakan Babinsa guna memupuk kebersamaan dan menjaga tetap terjalinnya kerukunan antar umat beragama,”jelas Serda Rahman.Terwujudnya situasi aman dan tertib serta terjalinnya hubungan baik antar sesama umat beragama menjadi salah satu dari tujuan Pembinaan Teritorial yang dilaksanakan oleh Babinsa.



Menghadapi Situasi di masa Pandemi Covid 19 tentunya banyak hal yang telah dilakukan guna pencegahan serta penanganan Covid-19,baik melalui kegiatan Sosialisasi dan edukasi maupun dengan penindakan dan sangsi bagi pelanggar protokol Kesehatan Covid 19.Pemerintah Kecamatan Wita Ponda bersama TNI Polri,melakukan kegiatan rutin melalui Operasi Yustisi yang bertujuan untuk mengingat dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol Kesehatan Covid 19 salah satunya adalah dengan tetap menggunakan masker setiap beraktivitas di luar rumah.
Kegiatan yang dilakukan secara rutin dengan selalu mengedepankan cara humanis menegur dan menyapa Setiap warga masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker,serta memberikan pemahaman dan edukasi tentang situasi Pandemi Covid 19 yang sampai saat ini masih berlangsung. Hal ini dilakukan mengingat tingkat kesadaran pribadi setiap warga masyarakat masih sangat minim,bahkan terkesan meremehkan situasi Pandemi Covid 19.
“Kami petugas yang melaksanakan kegiatan operasi Yustisi,selalu berusaha menyadarkan masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol Kesehatan, karena kelalaian seseorang dapat berakibat fatal bagi warga sekitarnya,karena penyebaran dan penularan virus Corona sangat cepat bahkan tanpa disadari,”jelas Serma Yonny Wungow.

Kegiatan pembinaan jaring Teritorial dilaksanakan oleh Babinsa agar tetap terjalin komunikasi yang baik dengan segenap komponen masyarakat sehingga dapat membantu keberhasilan pelaksanaan tugas Pembinaan Teritorial serta dapat melaporkan setiap kejadian di wilayah dengan cepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Babinsa Serma Yonny Wungow, pada kegiatan Pembinaan jaring Teritorial di Desa Laantula jaya kecamatan Wita Ponda,mengatakan,” dengan menjadi jaring Teritorial Babinsa, warga masyarakat secara langsung telah membantu Babinsa dalam mencegah dan meminimalisir setiap kejadian di Desa sehingga dapat tercipta situasi yang aman dan tenteram.”













Dalam operasi gabungan yang melibatkan aparat TNI, Polri, dan Satuan Polisi

Selain Komsos dengan Pemerintah Desa dan tokoh masyarakat juga dilaksanakan dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.
Panwaslu Kecamatan Wita Ponda menyelenggarakan kegiatan Pelantikan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dalam Pilkada serentak Tahun 2020.
Kegiatan Pelantikan Pengawas Tempat Pemungutan Suara dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Morowali yang juga turut memberikan Bimbingan Teknis tentang Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan Pemungutan Suara Pada Pilkada Serentak yang akan dilaksanakan pada Tanggal 9 Desember Tahun 2020.
Camat Wita Ponda,Nasron S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa ,”tugas sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara merupakan suatau kebanggaan tersendiri karena dapat berpartisipasi langsung dalam membantu terselenggarannya Pilkada yang Aman Jujur dan Adil, namun harus di pahami bahwa tugas ini merupakan tanggung jawab besar yang diberikan oleh negara serta tentunya mengandung resiko apabila tidak dilaklsanakn dengan benar.”
Penegakan disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 menjadi hal yang utama dalam pelaksanaan tugas pemantauan dan pengawasan di Pos batas antara Kabupaten Morowali dan Morowali Utara tepatnya di Desa Salonsa Kecamatan Wita Ponda guna mencegah serta memutus rantai penyebaran Covid 19.Petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri Dinas Perhubungan dan Petugas Kesehatan Puskesmas Laantula jaya tetap melaksanakan tugasnya guna memantau,mencatat/mendata setiap warga baru yang akan masuk ke wilayah kabupaten Morowali serta Warga Masyarakat yang berKTP Morowali namun baru melaksanakan perjalanan keluar daerah Morowali.
Selain memantau dan mendata setiap warga masyarakat yang masuk melalui Pos Covid-19 diDesa Salonsa, Petugas gabungan juga tidak bosan-bosannya untuk selalu mengingat kan serta mensosialisasika tentang 3M, yaitu; memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,dan menjaga jarak aman.Serma Yonny Wungow yang juga ikut tergabung melaksanakan tugas Pemantauan dan pengawasan di Pos Covid 19 Desa Salonsa Kecamatan Wita, mengatakan, “Sebagian warga masyarakat yang melalui pemeriksaan di Pos Covid 19 Desa Salonsa tidak dilengkapi dengan Surat Keterangan Rapidtes maupun Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) dari fasilitas kesehatan sehingg tugas kami untuk selalu memberikan edukasi dan sosialisasi agar supaya menjalankan protokol kesehatan, terutama setelah tibah di tempat tujuan di wilayah Kabupaten Morowali agar melaksanakan Isolasi mandiri selama 14 hari dan akan dilakukan pemantauan oleh relowan Covid 19 Kecamatan maupun Desa.”
Secara umum sampai saat ini usaha untuk menekan penyebaran dan penularan Covid 19,dengan menempatkan Pos di Perbatasan antara Kabupaten Morowali dan Morowali Utara cukup berdapak positif namun masih sangat bergantung pada tingkat kesadaran masing-masing individu dalam menerapkan disiplin protokol Kesehatan Covid 19.
Anggota Koramil 1311-01/Bungku Tengah bersama masyarakat Desa Tofoiso Kecamatan Bungku Tengah melaksanakan Kerja Bhakti penggalian pondasi bangunan di Pondok Pesantren Miftahul Khairat yang direncanakan sebagai
Ditambahkan pula bahwa pondok pesantren saat ini tak ubahnya seperti sekolah umum untuk menuntut ilmu yang lebih fokus dalam mengajarkan dan mendalami ilmu agama Islam agar anak didik para santriwan atau santriwati semakin paham dan mengenal Islam dengan baik.



Babinsa Koramil 1311-01/BT Kodim 1311/Morowali,laksanakn kegiatan Kerja Bhakti di Dusun Trans Kabera Desa Bahoea Reko Reko,Kecamatan Bungku Tengah bersama masyarakat dengan sasaran kegiatan Pembangunan tempat Wudhu di Mesjid Ar Rahman,pengecatan Pagar dan tembok MesjidKegiatan Kerja Bhakti juga merupakan sarana untuk menjalin silahturahmi dan kebersamaan dengan masyarakat dalam usaha mewujudkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat guna mendukung program pemerintah.Kerja Bhakti yang juga melibatkan masyarakat di Dusun Trans Kabera Desa Bahoea Reko Reko juga bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong di masyarakat yang mulai terkikis oleh pengaruh perkembangan jaman,serta dapat memupuk jiwa kekeluargaan diantara sesama warga.Kegiatan kerja bhakti dengan sasaran pembuatan sarana tempat Wudhu dan pengecetan di Mesjid Ar Rahman sangat baik dalam usaha membina dan meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan Kepada TUHAN Yang Maha Esa yang juga menjadi sasaran dari Pembinaan Teritorial yang dilaksanakan oleh Aparat Komando Kewilayahan ( APKOWIL).
Perwira Seksi Teritorial (PASI TER) Kodim 1311/Morowali, Kapten Infantri Sukamto yang ikut memimpin kegiatan Kerja Bhakti mengungkapkan bahwa,selain merupakan program kerja Kodim 1311/Morowali kegiatan Kerja Bhakti merupakan sarana aplikasi dari kegiatan Pembinaan Teritorial Babinsa sebagai Ujung Tombak Satuan Komando Kewilayahan dalam mewujutkan Tujuan Pembinaan Teritorial agar TNI semakin dicintai oleh rakyat serta selalu manunggal dengan rakyat dan selalu perduli dengan kesulitan rakyat.”Warga Masyarakat di Dusun Trans Kabera sangat antusias dengan kegiatan Kerja Bhakti ini karena mereka senang bisa bekerja bersama-sama dengan TNI serta merasa termotifasi dalam membangun fasilitas di desa,”ujar Kades Bahoea Reko-reko.
Babinsa Desa Bahoea Reko reko Sertu Sutarmin mengatakan,”warga masyarakat di Dusun Trans Kabera merupakan warga pendatang yang sehari harinya beraktivitas sebagai petani sehingga sebagian besar waktunnya dihabiskan dengan berkebun dan bercocok tanam sehingga saat-saat seperti ini juga dimanfaatkan sebagai sarana berkumpul untuk saling bersilahturahmi dan bercengkeramah.”



Senin,09/11/2021,Desa Laantula Jaya yang merupakan salah satu dari 9 Desa di Kecamatan Wita Ponda melaksanakan kegiatan Musrenbang guna menentukan rencana Pembangunan Tahun 2021.Babinsa Serma Yonny Wungow turut hadir dalam kegiatan ini sebagi bagian dari tugas fungsi Pembinaan Teritorial Babinsa di Desa Binaan dimana Babinsa adalah mitra dari pemerintah Desa serta turut mendukung dan membantu mensukseskan pelaksanan pembangunan di Desa Binaan.
“Selain menjadi mitra pemerintah di Desa,sebagai Babinsa wajib untuk membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat guna menjamin pelaksanaan kegiatan pembangunan di Desa, tentunya dengan memanfaatkan fungsi Linmas yang sudah di bentuk oleh Desa untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban di Desa.”jelas Serma Yonny Wungow.Dalam mendukung program pemerintah di Desa Binaan serta mendukung tercapainya tujuan Pembangunan yang sudah di programkan oleh pemerintah,Babinsa juga kerap turut proaktif memberikan motivasi bahkan membantu setiap kegiatan fisik yang dilaksanakan seperti melaksanakan kerja Bhakti bersama masyarakat dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergitas TNI Polri yang mencerminkan kekompakan dan kebersamaan dalam melaksanakn tugas di wilayah.
Selain bertujuan untuk mengamankan kegiatan Ibadah Minggu di Gereja Oikumene Bungku kegiatan ini juga mencerminkan toleransi antar umat beragama serta menjadi bagian dari kegiatan pembinaan Teritorial Babinsa dalam mewujudkan kebersamaan dan kekompakan dengan warga di desa Binaan.

















Mengantisipasi penyebaran terhadap Virus Corona yang belakangan ini terjadi penambahan kasus terkonfirmasi Covid 19 di wilayah Sulawesi Tengah,Pos pemantauan dan pengawasan Covid 19 di Perbatasan antara Kabupaten Morowali dan Morowali Utara tepatnya di Desa Salonsa Kecamatan Wita Ponda memperketat pemeriksaan terhadap orang yang akan masuk ke wilayah kabupaten Morowali atau Warga Morowali yang selesai melaksanakan perjalanan ke luar Morowali.
Babinsa Serda Marianto Dadi yang juga tergabung dalam Tim gabungan yang bertugas di Pos Covid 19 Desa Salonsa, mengungkapkan bahwa sampai saat ini petugas di Pos masih mendapati warga yang akan masuk wilayah Kabupaten Morowali tanpa dilengkapi dengan Surat Rapidtes sehingga untuk mengatasinya Petugas mengarahkan untuk kembali melaksanakan pemeriksaan Rapidtes di Daerah asalnya,namun yang menjadi kendala di Pos Covid 19 Desa Salonsa, warga yang diarahkan untuk membuat Rapidtes bukannya kembali namun berusaha mencari celah dan berusaha menghindari pemeriksaan.












